PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI BAWANG PUTIH ( Allium sativum ) DENGAN VARIETAS BERBEDA SECARA IN VITRO TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Escherichia coli.

Dewi Hernawati

Abstract


Abstrak: Bawang putih memiliki potensi sebagai pengganti antibiotik. Karena selain mudah untuk diaplikasikan sebagai obat, bawang putih telah menjadi salah satu tanaman tertua yang dibudidayakan sehingga bawang putih dapat ditemukan di seluruh dunia. Varietas bawang putih sangat beragam, baik itu yang ada di Indonesia maupun yang berasal dari luar negara Indonesia seperti china, tiongkok dan lain sebagainya. Metode penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen kuantitatif  dilakukan terhadap tiga varietas bawang putih yang paling sering kita jumpai di masyarakat, sebagai antibakteri dari bakteri Escherichia coli penyebab penyakit radang usus dan diare. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ketiga varietas bawang putih memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Escherichia coli  serta untuk mengetahui jenis varietas bawang putih yang paling efektif digunakan terhadap penghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli. Adapun manfaat yang didapat adalah sebagai informasi tambahan bahwa bawang putih yang diuji dapat digunakan sebagai alternatif obat herbal yang digunakan untuk upaya penyembuhan penyakit diare. Metode Pengujian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode InVitro secara Difusi Kertas Cakram dengan menggunakan empat perlakuan dan enam kali pengulangan. Perlakuan yang digunakan adalah yang pertama (Cont - ), kedua (V.Bs), ketiga (V.Bk), dan keempat (V.Bt), dengan satu konsentrasi yang sama yaitu 80% sehingga mendapatkan hasil uji statistik yang menunjukan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil rata-rata perlakuan yang didapat terhadap aktivitas antibakteri Escherichia coli, dan menunjukan bahwa varietas bawang putih ShinChung paling efektif menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli.

 

Kata Kunci: InVitro, Antibakteri, Bawang Putih (Allium sativum), Bakteri

          Escherichia coli

 


Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Aini, Q. S. Dan Shovitri, M. (2018). Studi Awal pemanfaatan Bawang Putih yang dihotamkan sebagai Antibakteri. [Jurnal sains dan seni] Vol 7. No. 1

Badan Pusat Statistika Kabupaten Garut. ( 2016-2018, April ). Jumlah kasus 10 penyakit terbanyak di Kabupaten Garut. [Online]. Diakses dari https://garutkab.bps.go.id/statictable/

CCRC (Cancer Chemoprevention Reserch Center). (2014). Bawang Putih (Allium sativum L.). diakses dari laman web tanggal 28 April 2017 dari: http://ccrc.farmasi.ugm.ac.id/?page_id=441

Dewi N. (2012) Aneka Bawang Bawang Merah, Bawang Putih, Bawang Bombay, Edisi ke-1. Jakarta: Pustaka Baru Press.

Dosen Pendidikan 2. (2019, 03 Februari) Definisi Bakteri Gram Negatif dan Positif beserta cirinya. [Online]. Diakses dari https://www.dosenpendidikan.com/definisi-bakteri-gram-positif-dan-negatif-beserta-ciri-cirinya/

Dr. Sastrawinata, Ucke Sugeng, dr.,SpOG(K),MMBA-T. (2006). Virologi Manusia Jilid 1. Jakarta: ALUMNI

Fajarini, NN. Dkk. (2015). Sterilisasi, Perhitungan & Pembuatan Media. [Online]. Diakses Dari https://aulyarohmana16. wordpress.com/2015/06/30/sterilisasi-perhitungan-pembuatan-media/

Harbone, J.B. (1987) Metode Fitokimia: Penuntun Cara Modern Menganalisa Tumbuhan. terjemahan Padmawinata, K., Soediro, I., Penerbit ITB, Bandung,. h. 99

Ikrom1, Denok Asih T.R1, Reni Wira A1, Bintang Perkasa B1, Rafika Tiara N1, Wasito1. (2014). Studi In Vitro Ekstrak Etanol Daun Kamboja (Plumeria alba) sebagai Anti Aeromonas hydrophila JSV 32 (1), hlm.108

Irmudita Ari Ramadanti (2008). Artikel karya tulis ilmiah uji aktivitas antibakteri ekstrak bawang putih ( allium sativum linn ) terhadap bakteri escherichia coli in vitro. (juli, 2008)

Kemper KJ. (2000) Garlic (Allium sativum) The Longwood Herbal Task Force Page I. [ Internet ]. Available from : < www.mcp.edu/herbal/dafault.htm. > [ Accessed 10 November 2012 ].

Khaira, N., Misrahanum, idroes, R., Bahi, M., Khairan. (2016). Pengaruh kombinasi Ektrak Petroleum Eter Bawang Putih (Allium sativum Linn) dengan Vitamin C Terhadap Aktivitas Candidas albicans. Jurnal Natural. 16(1):37-42 ISSN 1141-8513.

Kuswardhani, D.S. (2015). Sehat Tanpa Obat dengan Bawang Merah Bawang Putih. Yogyakarta: Andi Offset

Mustamin. (2016). Uji antibakteri ekstrak allium sativum linn terhadap pertumbuhan escherichia coli secara in vitro. Mahakam Medical Laboratory Technology Journal Volume I No.2 , Nopember 2016, Hal 91-100.

Nova Suryati1, Elizabeth Bahar2, Ilmiawati. (2017). Uji Efektivitas Antibakteri Ekstrak Aloe vera Terhadap Pertumbuhan Escherichia coli Secara In Vitro. Diakses Dari http://jurnal.fk.unand.ac.id.JurnalKesehatanAndalas.2017;6(3)

Oksfriani J. Sumampouw. (2010). Uji in vitro aktivitas antibakteri dari daun sirih. Jurnal Biomedik, Volume 2, Nomor 3, November 2010, hlm. 187-193

Pelezar, Michael J, & Chan E. (2000) Dasar – dasar mikrobiologi II. Penerjemah : Ratna Sri Hadioetomo dkk. Jakarta: UI Press.

Prasetya, A.Y. Dkk. (2019, April). Deteksi Fenotifik Escherichia coli penghasil extended spectrum betalactamases (ESBLS) pada sampel makanan di Krian Sidoarjo. [Online]. Diakses darihttps://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/UnnesJLifeSci/article/view/30000

Rahmi, L.A. (2017). uji ekstrak bawang putih (allium sativum l.) sebagai fungisida alami dalam menghambat pertumbuhan jamur fusarium oxysporum [Skripsi] Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Pasundan Bandung

Roser, david. (2000) . Bawang Putih Untuk Kesehatan . Jakarta :Bumi Aksara J.pelczar, Michael. 2006. Dasar-Dasar Mikrobiologi 1. Bandung: Universitas Indonesia

Solihin, (2009). Manfaat Bawang Putih. Jakarta: Media Management.

Sri Suryatmiati Prihandani., Masniari Poeloengan., Susan Maphilindawati Noor., Andriani. (2015). uji daya antibakteri bawang putih (allium sativum l.) terhadap bakteri staphylococcus aureus, escherichia coli, salmonella typhimurium dan pseudomonas aeruginosa dalam meningkatkan keamanan pangan. Informatika Jurnal Pertanian, Vol. 24 No.1, Juni 2015 : 53 – 58

Sundayana, R. (2016). Statistika Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.

Syamsiah, Tajudin. (2003) Khasiat dan Manfaat Bawang Putih. Jakarta: Agromedia Pustaka.

Syamsudin, Soesanto Tjokrosonto, Subagus Wahyuono, Mustofa. (2007). Invitro and invivo Antiplasmodial activity of stem bark extract of Garcinia parvifolia Miq (Guttiferae). Internasional Journal of Tropical Medicine. Ed. 22. h. 41-44.

Tambayong. & Monica E. (2000) Mikrobiologi Untuk Keperawatan. 2nded. Jakarta: Widya Medika. tersedia dari http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs194/en/

WHO. (2014). WHO | Antimicrobial resistance. diakses tanggal 4 April 2015.

Widiastuti, A. (2018). Pengaruh dosis Saccaromyces cereviceae yang berbeda terhadap kadar bioetanol dari Jerami Padi (Oryza sativa). (Skripsi). Jurusan Pendidikan Biologi. Institut Pendidikan Indonesia (IPI), Garut.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.