ANALISIS STRUKTUR DAN NILAI SOSIAL BUDAYA PANTUN MELAYU REDAKSI BALAI PUSTAKA DAN SISINDIRAN KARYA M.A. SALMUN

Yeyet Nurhayati, Yus Rusyana, Asep Nurjamin

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur dan nilai sosial budaya pantun dan sisindiran serta menilai kelayakan Pantun Melayu Redaksi Balai Pustaka dan Sisindiran karya M.A. Salmun untuk dijadikan sebagai bahan ajar sastra di SMP. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif. Untuk mengumpulkan data digunakan teknik studi pustaka. Data diolah dengan menggunakan struktur fisik dan struktur batin puisi serta empat unsur sosial dan tujuh unsur budaya menurut Koenjtaraningrat. Hasil temuan, struktur fisik pantun dan sisindiran (a) diksi menggunakan makna denotatif, (b) pengimajian  menggunakan penglihatan, (c) kata nyata merujuk pada penglihatan, penglihatan dan perasaan, pendengaran dan penglihatan, (d) majas menggunakan majas asosiasi, metafora dan hiperbola, (e) rima menggunakan rima berselang, kecuali pada sisindiran terutama sisindiran yang berjenis rarakitan menggunakan rima berselang diawal dan diakhir. Struktur batin  meliputi (a) tema, yang digunakan bertema percintaan, kemanusiaan, (b) rasa, bervariatif yakni rasa senang, rasa benci, (c)  nada, bernada lugas, (d) amanat, ditemukan berbagai amanat yang berhubungan dengan moral, percintaan, dan ketuhanan. Nilai sosial yang terdapat pada pantun dan sisindiran yaitu golongan sosial dan komunitas, sedangkan nilai budaya ditemukan peralatan hidup dan teknologi. Pantun Melayu Redaksi Balai Pustaka dan Sisindiran  karya M.A Salmun layak untuk dijadikan bahan ajar sastra di SMP.


Full Text:

PDF

References


Alisjahbana, S.T. (1984). Puisi Lama. Jakarta: Dian Rakyat.

Badudu, J.S. (1984). Sari Kesusastraan Indonesia. Bandung: Pustaka Prima.

BalaiPustaka. (2005). Pantun Melayu Redaksi Balai Pustaka. Jakarta: Balai pustaka.

Harjoso. (1966). Pengantar Antropologi. Bandung: Binacipta.

Herimanto&Winarmo (2013). Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. Jakarta: Bumi Aksara.

Ihromi, T.O. (1996). Pokok- Pokok Antropologi Budaya. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Koentjaraningrat. (1990). Pengantar ilmu Antropologi. Jakarta: RinekaCipta.

Moeleong, Lexy. J. (2011). Metodelogi Penelitian Kualitatif. Edisi Revisi. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Ratna, Nyoman Kutha. (2013). Paradigma Sosiologi Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Rusyana, Yus. (1982).Metode Pengajaran sastra. Bandung: GunungLarang.

Salmun, M.A. (1952). Sisindiran. Jakarta: BalaiPustaka.

Sudaryat, Yayat. (2014). Wawasan Kesundaan. Bandung: Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah Fakultas Pendidikan Bahasa dansastra Indonesia.

Sumarsono, Tatang. (2008). Gapura Basa.VIII; Pangajaran Basa Sunda Pikeun Murid SMP/MTs. Bandung: Geger Sunten.

Waluyo, Herman J. (1987). Teoridan Apresiasi Puisi. Jakarta: Erlangg




DOI: https://doi.org/10.31980/linguasastra.v1i1.205

DOI (PDF): https://doi.org/10.31980/linguasastra.v1i1.205.g223

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License