Perbandingan Kemampuan Penalaran Deduktif Matematis Melalui Model PBL dan IBL Berdasarkan KAM

Puspita Indah, Reni Nuraeni

Abstract


Abstrak

Kemampuan penalaran deduktif matematis yang dimiliki oleh siswa masih rendah. Sehingga perlu upaya untuk meningkatkan kemampuan penalaran deduktif matematis siswa salah satunya menggunakan model Problem Based Learning (PBL) dan model Inquiry Based Learning (IBL). Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan kemampuan penalaran deduktif matematis antara siswa yang mendapatkan model PBL dengan IBL berdasarkan Kemampuan Awal Matematis. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan populasi seluruh siswa kelas XI di SMA Negeri 17 Garut. Sampel pada penelitian ini sebanyak dua kelas yaitu kelas XI-MIPA 1 sebanyak 34 siswa sebagai kelas eksperimen I yang mendapat model PBL dan kelas XI-MIPA 2 sebanyak 34 siswa sebagai kelas eksperimen II yang mendapat model IBL. Instrumen penelitian yang digunakan berupa tes uraian. Berdasarkan hasil analisis secara statistik diperoleh kesimpulan bahwa kemampuan penalaran deduktif matematis siswa yang memperoleh model PBL lebih baik daripada siswa yang memperoleh model IBL, Tidak terdapat perbedaan kemampuan penalaran deduktif matematis siswa dengan Kemampuan Awal Matematis tinggi, sedang, dan rendah antara yang memperoleh model Problem Based Learning dan Inquiry Based Learning.

 

Comparison of Mathematical Deductive Reasoning Abilities between Students Who Get PBL and IBL Models Based on KAM

Abstract

Mathematical deductive reasoning ability is one of the basic abilities that must be possessed by students. The fact shows that the mathematical deductive reasoning abilities possessed by students are still low. So it needs efforts to improve students' mathematical deductive reasoning skills, one of which is using the Problem Based Learning (PBL) model and the Inquiry-Based Learning (IBL) model. The purpose of this study is to determine the comparison of mathematical deductive reasoning abilities between students who get PBL and IBL models based on Mathematical Initial Ability. The research method used was quasi-experimental with a population of all class XI students at SMA Negeri 17 Garut. The sample in this study consisted of two classes, namely class XI-MIPA 1 as many as 34 students as the experimental class I who received the PBL model, and class XI-MIPA 2 as many as 34 students as the experimental class II who received the IBL model. The research instrument used was a test description. Based on the results of statistical analysis, it is concluded that the mathematical deductive reasoning ability of students who get the PBL model is better than students who get the IBL model. Learning and Inquiry-Based Learning.


Keywords


Inquiry-Based Learning; Early Mathematical Ability; Mathematical Deductive Reasoning; Problem Based Learning; Inquiry Based Learning; Kemampuan Awal Matematis; Penalaran Deduktif Matematis; Problem Based Learning

Full Text:

PDF

References


Afriansyah, E. A., Herman, T., Turmudi, T., & Dahlan, J. A. (2020). Mendesain Soal Berbasis Masalah untuk Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Calon Guru. Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika, 9(2), 239-250.

Amir, A. (2014). Kemampuan Penalaran dan Komunikasi dalam Pembelajaran Matematika. Logaritma, 2(1).

Ardiansyah, H. (2018). Pengaruh Metode Pembelajaran Brainstroming terhadap Kemampuan Berpikir Kritis berdasarkan Kemampuan Awal Peserta Didik. Journal of Economics Education 1(1).

Depdiknas. (2006). Kurikulum Standar Kompetensi Matematika Sekolah Menengah Atas dan Madrasah Aliyah. Jakarta: Depdiknas.

Febrilia, B. R. A. (2019). Penalaran Statistis Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Case Study. Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika, 8(2), 179-190.

Fu'adiah, D. (2016). Profil Penalaran Kuantitatif Siswa SMP Ditinjau dari Gender. Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika, 5(2), 64-74.

Hodiyanto, H., Darma, Y., & Putra, S. R. S. (2020). Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Macromedia Flash Bermuatan Problem Posing terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis. Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika, 9(2), 323-334.

Hutajulu, M., Senjayawati, E., & Minarti, E. D. (2019). Analisis Kesalahan Siswa SMK Dalam Menyelesaikan Soal Kecakapan Matematis Pada Materi Bangun Ruang. Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika, 8(3), 365-376.

Khoirudin, K., & Rizkianto, I. (2018). Pengembangan Perangkat Pembelajaran Problem Based Learning dan Learning Trajectory yang Berorientasi pada Kemampuan Penalaran Matematis Siswa. Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika, 7(2), 207-218.

Kurniawati, V., & Rizkianto, I. (2018). Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika Berbasis Guided Inquiry dan Learning Trajectory Berorientasi pada Kemampuan Pemecahan Masalah. Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika, 7(3), 369-380.

Muna, D. N. & Afriansyah, E. A. (2016). Peningkatan Kemampuan Pemahaman Matematis Siswa melalui Pembelajaran Kooperatif Teknik Kancing Gemerencing dan Number Head Together. Jurnal Mosharafa, 5(2), 169-176.

Muzaki, A., & Masjudin, M. (2019). Analisis Kemampuan Literasi Matematis Siswa. Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika, 8(3), 493-502.

Nadz, T. F., & Haq, C. N. (2013). Perbandingan Peningkatan Kemampuan Penalaran Matematis Siswa yang Memperoleh Pembelajaran melalui Metode Problem Based Instruction (Pbi) dengan Metode Konvensional. Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika, 2(3), 191-202.

Octaviyunas, A., & Ekayanti, A. (2019). Pengaruh Model Pembelajaran Giving Question Getting Answer dan Think Pair Share terhadap Kemampuan Penalaran Matematika Siswa Kelas VII. Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika, 8(2), 341-352.

Prabawati, M. N., Herman, T., & Turmudi, T. (2019). Pengembangan Lembar Kerja Siswa Berbasis Masalah dengan Strategi Heuristic untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Matematis. Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika, 8(1), 37-48.

Ramdhani, S. (2017). Kemampuan Penalaran Analogis Santri Dalam Geometri: Penelitian Kualitatif Di Sebuah Pondok Pesantren. Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika, 6(3), 385-396.

Rismen, S., Mardiyah, A., & Puspita, E. M. (2020). Analisis Kemampuan Penalaran dan Komunikasi Matematis Siswa. Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika, 9(2), 263-274.

Rosnawati, R. (2011). Kemampuan Penalaran Matematika Siswa SMP Indonesia pada TIMSS 2011. Prosiding Seminar Nasional Penelitian, Pendidikan dan Penerapan MIPA.

Setyaningrum, D. U., & Mampouw, H. L. (2020). Proses Metakognisi Siswa SMP dalam Pemecahan Masalah Perbandingan Senilai dan Berbalik Nilai. Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika, 9(2), 275-286.

Shodiki, A. (2015). Interaksi Kemampuan Awal Matematis Siswa dan Pembelajaran dengan Strategi Abduktif-Deduktif terhadap Peningkatan Kemampuan Penalaran dan Disposisi Matematis Siswa. Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran Matematika, 1(1).

Sumartini, T. (2015). Peningkatan Kemampuan Penalaran Matematis Siswa melalui Pembelajaran Berbasis Masalah. Mosharofa Jurnal Pendidikan Matematika, 5(1).

Sumarmo. (2014). Berpikir dan Disposisi Matematik serta Pembelajarannya. Bandung. Jurusan Pendidikan Matematika Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Pendidikan Indonesia.

Suryani, M., Jufri, L. H., & Putri, T. A. (2020). Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa Berdasarkan Kemampuan Awal Matematika. Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika, 9(1), 119-130.

Usniati, M. (2011). Meningkatkan Kemampuan Penalaran Matematika melalui Pendekatan Pemecahan Masalah. Skripsi Jurusan Pendidikan Matematika UIN Syarif Hidayatulloh: Tidak diterbitkan.

Utomo, E. S., Rahman, F., & Fikrati, A. N. (2020). Eksplorasi Penalaran Logis Calon Guru Matematika Melalui Pengintegrasian Pendekatan STEM dalam Menyelesaikan Soal. Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika, 9(1), 13-22.




DOI: https://doi.org/10.31980/mosharafa.v10i1.931

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika

Indexed by:

 

Creative Commons License
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. 

 

View My Stats