Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa dalam Menyelesaikan Soal berbasis Etnomatematika Tipe Multiple Solutions Task

Nuqthy Faiziyah, Nityana Anisah Hanan, Navia Nur Azizah

Abstract


Pentingnya kemampuan berpikir kreatif dalam pembelajaran dicanangkan pada kurikulum 2013. Salah satu tipe soal yang dapat digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir kreatif siswa yaitu Multiple Solutions Task (MST). Soal-soal berbasis etnomatematika dapat diujicobakan karena memadukan kebudayaan lokal dengan materi matematika sehingga memotivasi dan meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa. Penelitian bertujuan mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif siswa dalam menyelesaikan soal MST yang berbasis etnomatematika. Subjek penelitian yaitu 18 siswa kelas IX A pada salah satu SMPN di Panekan. Metode pengumpulan data yaitu dokumentasi, tes tulis dan wawancara. Data dianalisis dengan teknik interaktif dari yang spesifik hingga yang umum, dan melibatkan berbagai tingkat analisis. Hasil penelitian yaitu Tingkat Kemampuan Berpikir Kreatif (TKBK) menunjukkan terdapat 8 siswa (44%) pada TKBK 0 (tidak kreatif), 7 siswa (39%) pada TKBK 2 (cukup kreatif), 2 siswa (11%) pada TKBK 3 (kreatif) dan 1 siswa (6%) pada TKBK 4 (sangat kreatif). TKBK 0 (tidak kreatif) lebih mendominasi daripada TKBK yang lain. Tingkat kemampuan berpikir kreatif siswa dalam menyelesaikan masalah Multiple Solution Task (MST) berbasis etnomatematika dalam penelitian ini belum mendapatkan hasil yang cukup baik.

The importance of creative thinking skills in learning was proclaimed in the 2013 curriculum. One type of question that can be used to measure students' creative thinking skills is the Multiple Solutions Task (MST). Ethnomathematical-based questions can be tested because they combine local culture with mathematics material to motivate and improve students' creative thinking skills. This study aims to describe students' creative thinking skills in solving ethnomathematical-based MST questions. The research subjects were 18 students of class IX A at one of the SMPN in Panekan. Data collection methods are documentation, written tests, and interviews. The data are analyzed by interactive techniques from the specific to the general and involve various levels of analysis. The results on the Creative Thinking Ability Level (TKBK) showed that there were 8 students (44%) at TKBK 0 (not creative), 7 students (39%) at TKBK 2 (creative enough), 2 students (11%) at TKBK 3 (creative) and 1 student (6%) in TKBK 4 (very creative). TKBK 0 (not creative) is more dominant than the other TKBK. The level of students' creative thinking skills in solving ethnomathematical-based Multiple Solution Task (MST) problems in this study has not gotten good enough for results.


Keywords


etnomatematika; multiple solutions task; tingkat berpikir kreatif; ethnomathematics; multiple solutions task; creative thinking level

Full Text:

PDF

References


Abdurrozak, R., & Jayadinata, A. K. (2016). Pengaruh Model Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa. Jurnal Pena Ilmiah, 1(1), 871–880.

Ambrosio, U. D. (1985). Ethnomathematics and its Place in the History and Pedagogy og Mathematics. For the Learning of athematics, 5(1), 44–48.

Atiyah, A., & Nuraeni, R. (2022). Kemampuan berpikir kreatif matematis dan self-confidence ditinjau dari kemandirian belajar siswa. Jurnal Inovasi Pembelajaran Matematika: PowerMathEdu, 1(1), 103-112.

Barton, B. (1996). Making sense of ethnomathematics: Ethnomathematics is making sense. Educational Studies in Mathematics, 31(1–2), 201–233.

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative Inquiry and Research Design Choosing Among Five Approaches (4th Edition ed.). California: Sage Publishing.

Dalilan, R., & Sofyan, D. (2022). Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa SMP ditinjau dari Self Confidence. Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika, 2(1), 141-150.

Ersoy, E., & Başer, N. (2014). The Effects of Problem-based Learning Method in Higher Education on Creative Thinking. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 116, 3494–3498.

Faiziyah, N., Sutama, Sholihah, I., Wulandari, S., & Yudha, D. A. (2020). Enhancing Creativity through Ethnomathematics. Universal Journal of Educational Research, 8(8), 3704–3710.

Fardah, D. K. (2012). Analisis Proses dan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa dalam Matematika Melalui Tugas Open-Ended. Kreano: Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif, 3(2), 91–99.

Febrianingsih, F. (2022). Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa dalam Memecahkan Masalah Matematis. Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika, 11(1), 119-130.

Gerdes, P. (1996). Ethnomathematics and Mathematics Education. International Handbook of Mathematics Education, 4(9), 1035–1053.

Gunawan, M. S., & Fitra, D. (2021). Kesulitan siswa dalam mengerjakan soal-soal eksponen dan logaritma. Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika, 10(2), 257-268.

Hakim, F., & Kusrini. (2014). Identifikasi Tingkat Berpikir Kreatif Siswa Kelas VIII-A SMP Negeri 1 Sumobito Melalui Pemecahan Masalah tipe Multiple Solution Task. MATHEdunesa: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, 3(2), 158–164.

Joutsenlahti, J., & Kulju, P. (2017). Multimodal Languaging as a Pedagogical Model—A Case Study of the Concept of Division in School Mathematics. Education Sciences, 7(1), 9.

Levav-Waynberg, A., & Leikin, R. (2009). The role of multiple solution tasks in developing knowledge and creativity in geometry. Journal of Mathematical Behavior, 31(1), 73–90.

Linda, L., & Afriansyah, E. A. (2022). Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Berdasarkan Self-efficacy pada Materi Segiempat dan Segitiga di Desa Sirnajaya. Journal of Mathematics Science and Computer Education, 2(1), 20-43.

Luritawaty, I. P. (2018). Pembelajaran Take And Give Dalam Upaya Mengembangkan Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis. Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika, 7(2), 179-188.

Luritawaty, I. P., Herman, T., & Prabawanto, S. (2022). Analisis Cara Berpikir Kritis Mahasiswa pada Materi Bangun Ruang Sisi Datar. Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika, 11(2), 191-202.

Nur A’ini, S., Budi Rahaju, E., Kartika, Y., Wahyuni, R., Sinaga, B., Rajagukguk, J., & European Environment Agency (EEA). (2019). Identifikasi Tingkat Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Dalam Memecahkan Masalah Matematika Materi Fungsi Kuadrat Menggunakan Multiple Solution Task (Mst). Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, 3(9), 231.

Nurhikmayati, I., & Sunendar, A. (2020). Pengembangan Project Based Learning Berbasis Kearifan Lokal Berorientasi pada Kemampuan Berpikir Kreatif dan Kemandirian Belajar. Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika, 9(1), 1-12.

Pratama, B. A., & Mardiani, D. (2022). Kemampuan berpikir kritis matematis antara siswa yang mendapat model problem-based learning dan discovery learning. Jurnal Inovasi Pembelajaran Matematika: PowerMathEdu, 1(1), 83-92.

Putri, V. S. R., & Wijayanti, P. (2013). Identifikasi Tingkat Kemampuan Berpikir Kreatif (TKBK) Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Open Ended Pada Materi Segiempat Di Kelas VIII SMP. MATHEdunesa: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, 2(2), 98–103.

Putri, N. . K., Candiasa, I. M., & Suweken, G. (2016). Pengembangan Media Pembelajaran Transformasi Berbasis Geogebra. Jurnal Wahana Matematika dan Sains, 10(2), 25–35.

Rachmawati, I. (2012). Eksplorasi Etnomatematika Masyarakat Sidoarjo. MATHEdunesa: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, 1(1), 1–8.

Rahmawati, H. A. B. (2019). Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa dalam Menyelesaikan Soal Tipe Higher Order Thinking Skill (HOTS). Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Ristiani, A., & Maryati, I. (2022). Kemampuan representasi matematis dan self-esteem siswa pada materi statistika. Jurnal Inovasi Pembelajaran Matematika: PowerMathEdu, 1(1), 37-46.

Rozi, F. A., & Afriansyah, E. A. (2022). Analisis kemampuan berpikir kreatif matematis berdasarkan disposisi matematis siswa. Journal of Authentic Research on Mathematics Education (JARME), 4(2), 172-185.

Saraswati, M. A., & Rahaju, B. E. (2017). Identifikasi Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa dalam Memecahkan Masalah Tipe Multiple Solution Task (MST). MATHEdunesa: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, 3(6).

Sari, R. F., & Afriansyah, E. A. (2022). Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis dan Belief Siswa pada Materi Persamaan dan Pertidaksamaan Linear. Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika, 2(2), 275-288.

Satria, N. T. (2019). Kebertahanan ritual larung sesaji di telaga sarangan, kecamatan plaosan, kabupaten magetan. Skripsi Fakultas Seni Institut Seni Indonesia: Tidak Diterbitkan.

Siswono. (2006). Proses Berpikir Kreatif Siswa Dalam Memecahkan. Jurnal Ilmu Pendidikan, 15(1), 1–14.

Tanjung, H. S. (2018). Perbedaan Kemampuan Berpikir Kreatif Dan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Dalam Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah. Genta Mulia: Jurnal Ilmiah Pendidikan, 9(1), 111-121.

Unodiaku, S. S. (2013). Effect of Ethno-Mathematics Teaching Materials on Students ’ Achievement in Mathematics in Enugu State. Journal of Education and Practice, 4(23), 70–78.

Widiyanto, J., & Yunianta, T. N. H. (2021). Pengembangan Board Game TITUNGAN untuk Melatih Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa. Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika, 10(3), 425-436.

Zubaidah, S., Fuad, N. M., Mahanal, S., & Suarsini, E. (2017). Improving creative thinking skills of students through Differentiated Science Inquiry integrated with mind map. Journal of Turkish Science Education, 14(4), 77–91.




DOI: https://doi.org/10.31980/mosharafa.v11i3.1335

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika

Indexed by:

 

Creative Commons License
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. 

 

View My Stats