PENINGKATAN KEMAMPUAN PENALARAN STATISTIS SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA MELALUI PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL

Iyam Maryati

Abstract


Artikel ini menyajikan apa itu pembelajaran kontekstual dan apa saja karakteristiknya? Apa itu kemampuan penalaran statistis? Mengapa pembelajaran kontekstual dapat mengembangkan kemapuan penalaran statistis siswa Sekolah Menengah Pertama? Kemampuan penalaran statistis sangat penting dimiliki oleh siswa Sekolah Menengah Pertama, karena dengan kemampuan penalaranr statistis ini siswa dapat memiliki kompetensi dalam hal: 1) memahami informasi-informasi statistis yang tersurat maupun yang tersirat pada setiap permasalahan yang dihadapi. 2) Pemahaman yang baik terhadap bagaimana cara memilih, menyajikan, mererduksi, dan mempresentasikan data yang akan digunakan untuk menjawab permasalahan yang ada. 3) pemahaman dan penalaran yang baik terhadap proses statistis secara keseluruhan termasuk setiap perhitungan yang terlibat dalam proses tersebut. 4) pemahaman untuk memecahkan masalah secara statistis berdasarkan data yang ada, dan menginterprestasikannya dalam pengambilan keputusan yang dapat berlaku secara umum. Oleh karena itu untuk mengembangkan kemampuan penalaran statistis tersebut harus mempertimbangkan pendekatan pembelajaran yang digunakan untuk siswa Sekolah Menengah Pertama. Model pendekatan pembelajaran yang sesuai untuk siswa Sekolah Pertama salah satunya adalah pendekatan pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning). Pendekatan pembelajaran kontekstual ini mengambil permasalahan-permasalahan dalam kehidupan sehari-hari atau permasalahan yang disimulasikan dengan dialog, diskusi,, tanya jawab, dan representasi. Aktivitas pengajaran kontekstual yang dikembangkan adalah: a) belajar berbasis masalah, b) belajar dengan multi konteks, c) belajar mandiri, d) penilaian otentik, dan e) masyarakat belajar.


This article presents a contextual learning what it is and what are its characteristics? What is the statistical reasoning skills? Why contextual learning can develop statistical reasoning Traffic junior secondary students? Reasoning ability is very important statistical owned by junior high school students, because of the ability of these statistical penalaranr students may have competence in terms of: 1) understand the statistical information expressed or implied in any problems faced. 2) A good understanding of how to choose, present, mererduksi, and present data that will be used to address existing problems. 3) understanding and reasoning that both the statistical process as a whole including any calculations involved in the process. 4) understanding to solve the problem of statistically based on existing data, and interpret it in decision-making that can be applied generally. Therefore, to develop the statistical reasoning skills should consider learning approach used for junior secondary students. Model learning approach that is appropriate for school students first one of which is a contextual learning approach (Contextual Teaching and Learning). This contextual learning approach to take problems in daily life or simulated problems with dialogue, discussion ,, question and answer, and representation. Contextual teaching activities developed are: a) problem-based learning, b) learning with multi context, c) self-learning, d) authentic assessment, and e) a learning society.


Keywords


Reasoning ability statistical; Contextual Learning Approach; Kemampuan Penalaran statistis; Pendekatan Pembelajaran Kontekstual

Full Text:

PDF

References


Dasari, D. (2009). Meningkatkan Kemampuan Penalaran Statistis Mahasiswa Melalui Pembelajaran Model PACE. Disertasi SPS UPI, tidak diterbitkan.

Delmas et al. (2001). Validating Types of Reasoning about Sampling Distribution. Presentation at The Second International Research Forum on Statistical Reasoning, Thinking and Literacy, Armidale, Australia.

Dirjen Pendidikan Lanjutan Pertama, (2003). Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL). Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional Dirjen Dikdasmen.

Garfield, J. & Chance, B. (2000). Assesment in Statisyics Issues and Challenges. Mathematical Thinking and Learning. 2,99-125.

Garfield, J. (2002). The Challenge of Developing Statistical Reasoning. Journal of Statistics Education Volume 10, Number 3.[on line], 10 (3).www.amstst.org/publications/jse/10v3/garfield.html. [8 November 2016].

Garfield, J. Dan Ben-Zvi, D. (2004). Statistical Literacy, Reasoning, And Thinking: Goals, Defenitions, And Challeges. In D. Ben-Zvi & Garfield (Eds). The Netherland: Kluwer Academic Publishers.

Johnshon, E.B.(2002). Contextual Teaching and learning. California: CROWIN PRESS, INC.

Libman, Z. (2010). Integrating Real-Lifedata Analysisin Teaching Descriptive Statistics: A. Contructivist Approch. Journal of Statistics Education, 18(1).

Lovett, M. (2001). A Collaborative Convergence On Studyng Reasoning Procesess: A Case Study In Statistics. In D. Khair & S. Cerver (Eds), Cognition And Instrucion: Twenty-Five Of Progress (Pp. 347-384). Mahwah, NJ: Lawrence Erlbaun.

Nur, M.,& Wikandari, P.R.(2000). Pengajaran Berpusat kepada Siswa dan Pendekatan Kontruktivis dalam Pengajaran. Surabaya : Pusat Studi Mattematika dan IPA Sekolah. Universitas Negeri Surabaya.

Nurhadi.(2002). Pendekatan Kontekstual (Contextual Teaching and Learning/ CTL). Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional, Dirjen Dikdasmen, Dirjen Pendidikan Lanjutan Pertama.

Olani et al. (2011). Statistical Reasoning Abiliy, Self-Eficacy, And Value Beliefs In A Reform Based University Statistics Course. The Netherland Institute For Educational Research, University Of Groningen.

Rosman, A.M. & Chance, B.L. (2001). Workshop Statistics: Discovery with Data, New York: Springer Verlag.




DOI: https://doi.org/10.31980/mosharafa.v6i1.300

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika

Indexed by:

 

Creative Commons License
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. 

 

View My Stats