Proses Berpikir Siswa Bergaya Kognitif Visualizer dalam Menyelesaikan Masalah TIMSS Non Geometri

M. Rohman Galih Tri Mulyo, Anisa Fatwa Sari, Azhar Syarifuddin

Abstract


Abstrak

Siswa bergaya kognitif visualizer cenderung mengolah informasi dalam bentuk visual. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses berpikir siswa bergaya kognitif visualizer dalam menyelesaikan masalah TIMSS non geometri. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini yaitu 3 siswa bergaya kognitif visualizer kelas VIII SMP swasta di Surabaya. Ketiga subjek mempunyai tingkat kemampuan matematika Tinggi, Sedang, dan Rendah. Instrumen penelitian dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri dan dibantu dengan instrumen pendukung yaitu angket gaya kognitif visualizer dan verbalizer, soal tes TIMSS non geometri, dan pedoman wawancara. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu berupa tes gaya kognitif, tanya jawab dengan guru di kelas, tes soal TIMSS non geometri, dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian siswa berkemampuan matematika tinggi pada tahap persiapan, inkubasi, dan iluminasi sangatlah baik, namun pada tahap verifikasi bisa dikatakan cukup dalam menyelesaikan soal TIMSS non geometri. Siswa yang berkemampuan matematika sedang dari empat tahap sudah cukup baik, namun masih belum mampu memahami soal yang abstrak seperti aljabar. Sedangkan siswa yang berkemampuan matematika rendah pada tahap persiapan dan tahap inkubasi cukup baik, namun pada tahap iluminasi dan tahap verifikasi masih kurang.

 

Student’s of Cognitive Visualizer Thinking Process in Completing Non Geometry Timss Problems

Abstract

Students with cognitive visualizer styles tend to process information in visual form. The purpose of this research was to determine the student’s thinking process. The purpose of this research is describe student’s of cognitive visualizer thinking process in completing non geometry TIMSS problems. The type of this research is desciptive qualitative research. The subjects in this research were three students of cognitive visualizer grade eight from private junior high school in Surabaya. The three subjects had high, medium, and low capability in mathematic. The research instrument in this study was the researchers themselves and assisted by some supporting instruments questionnaire cognitive visualizer and verbalizer, question of TIMSS non geometry, and interviews guidelines. The data collection technique used were a test of style cognitive, interview whit teacher,  TIMSS non geometry test, and interview. The data analisis technique used were data reduction, presentation of data, and conclusion. The result of the research was the high-skilled at the stage of preparation, incubation, and illumination well, but in the vierification stage it can be said to be sufficient in solving non geometry TIMSS problems. Students medium-skilled mathematic from four stages are good enough, but still not able to understand abstract questions such as algebra. While students with low-skilled mathematical at the preparation and incubation stages good enough, but at the ilumination and verification stages still not enough.


Keywords


Process of thinking; cognitive visualizer; TIMSS non geometri; Proses Berpikir; gaya kognitif visualizer; TIMSS non geometri

Full Text:

PDF

References


Agasi, G.R., & Rudhito, M. A. (2014). Kemampuan siswa kelas VIII dalam menyelesaikan soal-soal TIMSS tipe penalaran.

Hermawan, T. (2003). TIMSS dan Implikasinya Terhadap Pendidikan Mate- matika di Indonesia. Mimbar Pendidikan, (2), 12–18.

Hegarty, M., & Kozhevnikov, M. (1999).Types of visual–spatial representations and mathematical problem solving. Journal of educational psychology, 91(4), 684.

Nadhifah, G & Afriansyah, E. A. (2017). Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa dengan Menerapkan Model Pembelajaran Problem Based Learning dan Inquiry. Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika, 5(1), 33–44.

Febriani, S. & Ratu, N. (2018). Profil proses berpikir kreatif matematis siswa dalam pemecahan masalah open-ended berdasarkan teori Wallas. Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika, 7(1), 39–50.

Sari, E. M. J. (2016). Profil berpikir kritis siswa SMP dalam menyelesaikan masalah geometri ditinjau dari gaya kognitif visualizer dan verbalizer. MATHEdunesa, 2(5), 39–47.

Sholihah, S. & Afriansyah, E. A. (2017). Analisis Kesulitan Siswa dalam Proses Pemecahan Masalah Geometri Berdasarkan Tahapan Berpikir Van Hiele. Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika, 6(2), 287–298.

Soedjadi, R. (2000). Kiat Pendidikan Matematika Di Indonesia. Konstatasi Keadaan Masa Kini Menuju Harapan Masa Depan. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan Nasional.

Sugiyono, P. Dr. 2010. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: CV Alfabeta.

Susan, H. dan Collinson, G. (2005). Achieving Evidence- Based Practice: A Handbook for Practitioners. Second Edition. Elsevier

Uno, H. B. (2006). Orientasi baru dalam psikologi pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.

Winarso, W., & Dewi, W. Y. (2017). Berpikir kritis siswa ditinjau dari gaya kognitif visualizer dan verbalizer dalam menyelesaikan masalah geometri. Beta Jurnal Tadris Matematika, 10(2), 117–133.




DOI: https://doi.org/10.31980/mosharafa.v8i1.435

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika

Indexed by:

 

Creative Commons License
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. 

 

View My Stats