Penggunaan Model PACE dalam Pembelajaran Geometri Topik Bangun Ruang

Tanti Listiani

Abstract


Abstrak

Masih terdapat konsep pada Geometri yaitu bangun ruang yang masih kurang dipahami oleh mahasiswa PGSD. Untuk memecahkan permasalahan tersebut, maka dosen menerapkan model pembelajaran yang mendorong mahasiswa untuk dapat mempelajari bangun ruang dengan efektif. Salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan adalah Model PACE. Model PACE memiliki empat langkah yaitu Project, Activity, Cooperative dan Experience. Melalui empat tahapan ini mahasiswa dituntut untuk membuat suatu proyek pembelajaran yaitu membuat video pembelajaran. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan sampel penelitian 90 mahasiswa yang dibagi menjadi 2 kelas. Hasil dari penerapan model PACE adalah mahasiswa dapat membuat alat peraga matematika yang menarik. Selain itu penggunaan model PACE juga dapat membantu mahasiswa dalam menghadapi tantangan sebagai guru SD yang kreatif khususnya dalam mengajar Geometri materi bangun ruang. Hal yang perlu diperhatikan adalah dosen sebagai pendidik perlu mendukung agar tahapan yang terdapat pada model PACE dapat terlaksana dengan baik.

 

Using the PACE Model in Geometry Learning Build Space Topic 

Abstract

There is still a concept in geometry, namely the shape of a space that is still poorly understood by PGSD students. To solve this problem, the lecturer applies a learning model that encourages students to be able to study building space effectively. One of the learning models that can be used is the PACE Model. The PACE model has four steps, namely Project, Activity, Cooperative, and Experience. Through these four stages, students are required to make a learning project, namely making learning videos. The method used is descriptive with a research sample of 90 students divided into 2 classes. The result of applying the PACE model is that students can make interesting mathematics teaching aids. Besides, the use of the PACE model can also help students face challenges as creative elementary teachers, especially in teaching geometry in building materials. The thing to note is that lecturers as educators need to support so that the stages contained in the PACE model can be carried out well.


Keywords


Build Space; Geometry; PACE Model; Bangun Ruang; Geometri; Model PACE

Full Text:

PDF

References


Arbain, N., & Shukor, N. A. (2015). The Effects of GeoGebra on Students Achievement. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 172. 208–214.

Daryanto. (2016). Media Pembelajaran Peranannya Sangat Penting Dalam Mencapai Tujuan Pembelajaran. Yogyakarta: Gava Media.

Dasari, D. (2009). Meningkatkan Kemampuan Penalaran Statistis Mahasiswa Melalui Pembelajaran Model PACE. Disertasi SPS UPI, Tidak Diterbitkan.

Fabiyi, T. R. (2017). Geometry Concepts in Mathematics Perceived Difficult to Learn By Senior Secondary School Students in Ekiti State, Nigeria. IOSR Journal of Research & Method in Education (IOSRJRME), 07(01). 83–90.

Janah, Sulasmono dan Setyaningtyas. (2019). Peningkatan Hasil Belajar Matematika Melalui Model Pembelajaran Problem Based Learning Berbantuan Media Video Siswa Kelas IV Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Dasar, 7(1).

Kurniasih. (2017). Penerapan Strategi Pembelajaran Fase Belajar Model Van Hiele pada Materi Bangun Ruang Sisi Datar di SMP Islam Al-Azhaar Tulungagung. Jurnal Silogisme Kajian Ilmu Matematika dan Pembelajarannya, 2(2).

Lee, C. (1999). Computer-Assisted Approach for Teaching Statistical Concepts. Computers in the Schools, 16(1).

Mulyo, M. R. G. T., Sari, A. F., & Syarifuddin, A. (2019). Proses Berpikir Siswa Bergaya Kognitif Visualizer dalam Menyelesaikan Masalah TIMSS Non Geometri. Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika, 8(1), 167-178.

NCTM. (2000). Principles and Standards for School Mathematics (3rd ed.).

Novita, & Putra. (2017). Peran Desain Learning Trajectory Nilai Tempat Bilangan Berbantukan Video Animasi Terhadap Pemahaman Konsep Nilai Tempat Siswa Kelas II SD. Jurnal Pendikan Matematika, 11(1).

Putra, A, E. (2015). Anak Berkesulitan Belajar di Sekolah Dasar Se-Kelurahan Kalumbuk Padang (Penelitian Deskriptif Kuantitatif). E-JUPEKhu: Jurnal Ilmiah Pendidikan Khusus, 4(1).

Rahman, A., & Astria, Y. (2018). Penerapan Model Pembelajaran Pace untuk Meningkatkan Kemampuan Pembuktian Matematika Siswa Di Kelas VII SMP Materi Geometri. Jurnal MAJU, 5(1).

Rahmayanti. (2018). Pengaruh Penggunaan Media Video Animasi terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas V SDN Se-Gugus Sukodono Sidoarjo. Jurnal Penelitian Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 6(4).

Saragih, M., Tamba, K., & Hidayat, D. (2019). Implikasi Pendidikan yang Berpusat pada Kristus dalam Kelas Matematika. JOHME: Journal of Holistic Mathematics Education, 2(2).

Setianingrum. (2017). Penggunaan Variasi Media Ajar Terhadap 3 Gaya Belajar Siswa dalam Pembelajaran Bahasa Jepang. JAPANEDU: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Bahasa Jepang, 2(1).

Sholihah, S. Z., & Afriansyah, E. A. (2017). Analisis kesulitan siswa dalam proses pemecahan masalah geometri berdasarkan tahapan berpikir Van Hiele. Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika, 6(2), 287-298.

Sundawan, M. D., Irmawan, W., & Sulaiman, H. (2019). Kemampuan Berpikir Relasional Abstrak Calon Guru Matematika dalam Menyelesaikan Soal-Soal Non-Rutin pada Topik Geometri Non-Euclid. Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika, 8(2), 319-330.

Suryana. (2013). Penerapan Model Pembelajaran PACE dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis. Prosiding SNMPM Universitas Sebelas Maret, Vol. 1.

Suryana. (2015). Analisis Implementasi Model Pace pada Mata Kuliah Statistika Matematika. JKPM: Jurnal Kajian Pendidikan Matematika, 01(01).

Susanto. (2013). Teori Belajar & Pembelajaran. Jakarta: Prenadamedia Group.




DOI: https://doi.org/10.31980/mosharafa.v9i3.711

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika

Indexed by:

 

Creative Commons License
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. 

 

View My Stats