MODEL PEMBELAJARAN TWILIGHT BALL THROWING ( Materi Perkembangan Islam pada Abad Pertengahan )

Komarudin .

Abstract


Rendahnya mutu pendidikan di
Indonesia disebabkan tidak maksimalnya peran
guru dalam pembelajaran untuk mencapai tujuan
perubahan perilaku kognitif, afektif dan
psikomotor. Salah satu solusi dari masalah
tersebut adalah model pembelajaran twilight ball
throwing yang merupakan gabungan/kombinasi
dari berbagai teknik pembelajaran aktif, kreatif,
inovatif, dan menyenangkan. Tujuan
pembelajaran menggambarkan proses dan hasil
belajar yang diharapkan dicapai oleh peserta
didik sesuai dengan kompetensi dasar. Adapun
tujuan pembelajaran aspek Tarikh materi
Perkembangan Islam pada Abad Pertengahan
dengan model twilight ball throwing. Media
pembelajaran adalah semua benda yang
digunakan dalam proses belajar mengajar dalam
rangka mempermudah atau memperjelas dalam
penyampaian materi/bahan pelajaran. Kegiatan
pembelajaran dimulai dengan
mengklasifikasikan langkah-langkah
pembelajaran. Langkah-Langkah pembelajaran
aspek Tarikh materi Perkembangan Islam pada
Abad Pertengahan . dibedakan menjadi dua,
yaitu langkah-langkah yang dilakukan “guru,
dan langkah pembelajaran peserta didik.
Penskoran dilakukan dengan rentang nilai 1-10,
menurut kualitas/kesungguhan perbuatan peserta
didik sesuai dengan indicator. Selain observasi
secara langsung, untuk mengukur sikap peserta
didik dalam pembelajaran aspek Tarikh Materi
perkembangan Islam pada Abad Pertengahan,
juga dilakukan observasi secara tidak langsung
dilakukan untuk mengetahui sikap peserta didik
dalam kerja tim. Tes tertulis digunakan untuk
mengukur ketercapaian indikator


Full Text:

PDF

References


Borg, W. R. 1981. Applying Education

Research: A Practice Guide for

Teachers. New York: Longman.

Darajat, Z. 1992. Ilmu Pendidikan Islam.

Jakarta: Bumi Aksara.

dkk. 1995. Metodik

Khusus Pengajaran

Agama Islam. Jakarta:

Bumi Aksara.

Doll, R. C. 1992. Curriculum

Improvement: Decision Making and

Process. Boston: Allyn & Bacon,

Inc.

Fajar, Malik 1998. Meningkatkan

Pemberdayaan Pendidikan di Indonesia.

Majalah Dinamika No. 09 / Juli-Agustus

Finch, C. R. and Crunkilton, J. R.

Curriculum Development in

Education Planning, Content, and

Implementation. Boston: Allyn and Bacon,

Inc.

Gagne, R. M. and Briggs, L. J. 1974.

Principles of Instructional Design.

New York: Holt, Rinehart and

Winston.

Hamalik, Oemar. 1990.

Evaluasi Kurikulum. Bandung:

Remaja Rosdakarya. 1990.

Kurikulum dan Pembelajaran.

Jakarta: Bumi Aksara.

Hasan, S. Hamid 1988. Evaluasi

Kurikulum. Jakarta: Depdikbud,

Ditjen Dikti, P2LPTK.

Ibrahim, R. dan Sudjana, Nana 1989.

Penelitian dan Penilaian Pendidikan.

Bandung: Sinar Baru.

Moejiono dan Dimyat. 1993.

Strategi Belajar-Mengajar.

Jakarta: Depdikbud, Ditjen PT

Nawawi. 1997. Kesenjangan

Kurikulum PAI antara Rencana

dan Penerapannya serta Sumbangan

Kerjasama Pembinaannya dalam

Mengatasi Kesenjangan Kurikulum

(Tesis, tidak diterbitkan). Bandung:

PPs IKIP.

Rasyidin, W. 1988. Kemampuan

Mengajar Dilihat dari Kemampuan

Bidang Studi dan Penguasaan Proses

Belajar-Mengajar. (Disertasi, tidak

diterbitkan). Bandung: PPs IKIP.

Sanusi, A. 1998. Pendidikan Alternatif.

Bandung: Grafindo Media Pratama.




DOI: https://doi.org/10.31980/jpetik.v3i2.146

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


    Creative Commons License