Efektivitas Program “Hidup Sehat” Di TvOne Sebagai Media Edukasi Kesehatan Masyarakat
DOI:
https://doi.org/10.31980/249f7h87Keywords:
Health Education, Healthy living, Mass MediaAbstract
Abstrak
Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas program “Hidup Sehat” di TvOne sebagai media edukasi kesehatan masyarakat, khususnya dalam meningkatkan literasi kesehatan dan mendorong perubahan perilaku audiens. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei eksplanatori. Sampel sebanyak 107 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria inklusi: penonton aktif program “Hidup Sehat” di TvOne atau platform digitalnya. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring berbasis Google Form yang terdiri atas 32 butir pernyataan berskala Likert 5 poin, mencakup empat indikator Variabel X (keterpaparan media, daya tarik pesan, kejelasan informasi, kredibilitas sumber) dan empat indikator Variabel Y (peningkatan pengetahuan, kesadaran risiko, efikasi diri, intensi perilaku). Instrumen telah diuji validitas menggunakan korelasi Pearson (r > 0,30) dan reliabilitas menggunakan Cronbach’s Alpha (α = 0,84, di atas ambang minimal 0,70). Sebelum regresi, dilakukan uji normalitas (Kolmogorov-Smirnov) dan uji linearitas sebagai pengujian asumsi. Analisis data menggunakan regresi linear sederhana dengan perangkat lunak IBM SPSS Statistics versi 25. Hasil uji regresi linear sederhana menunjukkan pengaruh signifikan Variabel X terhadap Variabel Y (r = 0,74; R² = 0,55; nilai p < 0,05). Artinya, 55% variansi peningkatan literasi dan perubahan perilaku kesehatan masyarakat dijelaskan oleh efektivitas program “Hidup Sehat”. Mayoritas responden memberikan penilaian sangat tinggi pada seluruh indikator, dengan kejelasan penyampaian informasi mencapai 57,9% dan intensi perilaku preventif mencapai 60,7%. Program “Hidup Sehat” terbukti efektif sebagai agen perubahan sosial yang mendorong transformasi kognitif, afektif, dan konatif masyarakat melalui penyampaian edukasi medis secara berkelanjutan. Media massa berperan krusial dalam meningkatkan literasi kesehatan dan membentuk perilaku hidup sehat di masyarakat.
Kata Kunci: Edukasi Kesehatan, Hidup Sehat, Media Massa
Abstract
This study aims to analyze the effectiveness of the “Hidup Sehat” program on TvOne as a public health education medium, specifically in improving health literacy and promoting behavioral change among audiences. A quantitative explanatory survey design was employed. A total of 107 respondents were selected through purposive sampling, with inclusion criteria requiring active viewership of the “Hidup Sehat” program on TvOne or its digital platforms. Data were collected via an online Google Form questionnaire comprising 32 Likert-scale items (5-point scale) measuring four indicators each for Variable X (media exposure, message attractiveness, information clarity, source credibility) and Variable Y (knowledge enhancement, risk awareness, self-efficacy, behavioral intention). The instrument demonstrated validity (Pearson r > 0.30) and reliability (Cronbach’s Alpha α = 0.84, exceeding the 0.70 threshold). Normality (Kolmogorov-Smirnov) and linearity tests were conducted prior to regression analysis using IBM SPSS Statistics Version 25. Simple linear regression revealed a significant influence of Variable X on Variable Y (r = 0.74; R² = 0.55; p < 0.05), indicating that 55% of variance in health literacy improvement and behavioral change was explained by the program’s effectiveness. The majority of respondents rated all indicators very highly, with information clarity reaching 57.9% and behavioral intention reaching 60.7% in the “very high” category The “Hidup Sehat” program is proven effective as a social change agent, driving cognitive, affective, and conative transformation through continuous medical education. Mass media plays a crucial role in enhancing health literacy and shaping healthier behavioral patterns in society.
Keyword: Health Education, Healthy living, Mass Media
References
[1] I. Jadidah, A. Rahayu, H. Bella, Julinda, dan T. Anggraini, "Pengaruh Media Digital Terhadap Sosial Budaya Pada Anak Usia Sekolah," Jurnal Multidisipliner Kapalada, vol. 2, no. 4, pp. 253–268, 2023.
[2] Morissan, Manajemen Media Penyiaran: Strategi Mengelola Radio & Televisi. Jakarta: Prenada Media Group, 2018.
[3] A. Suprihono, "Sinematografi Wayang: Persoalan Transmedia Seni Pertunjukan Tradisional," REKAM: Jurnal Fotografi, Televisi, dan Animasi, vol. 15, no. 2, pp. 131–145, 2019.
[4] S. Mubarok, H. Kurniawan, D. Wulandari, dan T. Suharyat, "Sosial Media Sebagai Media Pendidikan Islam," Jurnal Telangke Ilmu Komunikasi, vol. 4, no. 2, pp. 11–17, 2022.
[5] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Kurang Bergerak, Ancaman Tersembunyi Kesehatan Indonesia. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2025.
[6] Ahmad dan Muslimah, "Memahami Teknik Pengolahan dan Analisis Data Kualitatif," dalam Proceedings of Palangka Raya International and National Conference on Islamic Studies (PINCIS), vol. 1, no. 1, pp. 173–186, 2021.
[7] L. Maryani dan V. A. Sopiansah, "Minat Belajar Siswa dengan Variasi Penggunaan Media Pembelajaran (Survey pada Siswa Jurusan Akuntansi di SMK Negeri 3 Bandung)," PETIK: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi, vol. 5, no. 1, pp. 63–69, 2019.
[8] W. Kustiawan, S. A. Tanjung, A. Rifai, dan W. M. Simanjuntak, "Program Media Radio, Televisi, dan Media Online," Jurnal Ilmiah Teknik Informatika dan Komunikasi, vol. 2, no. 2, pp. 18–29, 2022.
[9] R. Saputri, L. Pratiei, dan E. Setianingrum, "Peran Media Massa dalam Mempengaruhi Public Trust di Masyarakat," PANDITA: Interdisciplinary Journal of Public Affairs, vol. 5, no. 1, pp. 13–22, 2022.
[10] A. Fajar, D. Andra, dan M. Sagala, "Pengembangan Video Pembelajaran Pada Materi Komunikasi Data di SMKN 2 Bandarlampung," PETIK: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi, vol. 9, no. 2, pp. 112–123, 2023.
[11] E. Yuliyani, D. Yudhanto, W. Affarah, Libryan, dan D. Prajnyaswari, "Peranan program acara stasiun TVRI NTB sebagai salah satu media edukasi kesehatan pendengaran," INDRA: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, vol. 3, no. 2, pp. 41–45, 2022.
[12] A. Abdullah dan L. Puspitasari, "Media Televisi di Era Internet," ProTVF, vol. 2, no. 1, pp. 101–110, 2018.
[13] E. Suryani, "Televisi Sebagai Media Pembelajaran," JRKTL: Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan, vol. 1, no. 1, pp. 62–65, 2018.
[14] Defhany dan A. Zarfinal, "Strategi Produser Dalam Memproduksi Program Televisi Studi Kasus: Proses Produksi Program Acara Ayo Hidup Sehat di TvOne," Jurnal Penelitian dan Pengkajian Ilmiah Sosial Budaya, vol. 1, no. 1, pp. 56–70, 2022.
[15] D. R. Selvia dan Y. Primadesi, "Literasi Kesehatan Melalui Media Komunikasi," JIPKA, vol. 2, no. 2, pp. 128–137, 2023.
[16] S. Safitri, Rosini, dan H. Wicaksono, "Pengaruh Edukasi Kesehatan Menggunakan Media Poster Digital Terhadap Peningkatan Pengetahuan Pada Mahasiswi Tentang Pemeriksaan Payudara Sendiri," Bibliotech: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi, vol. 6, no. 1, pp. 43–56, 2021.
[17] D. McQuail, McQuail's Media and Mass Communication Theory. London, United Kingdom: SAGE Publications, 2020.
[18] A. Du Pré, Communicating About Health: Current Issues and Perspectives. New York, NY, USA: Oxford University Press, 2021.
[19] S. Lemeshow, D. W. Hosmer Jr., J. Klar, dan S. K. Lwanga, Adequacy of Sample Size in Health Studies. Chichester, United Kingdom: John Wiley & Sons, 1990.
[20] H. Getachew-Smith, A. J. King, C. Marshall, and C. Scherr,"Process Evaluation in Health Communication Media Campaigns: A Systematic Review," American Journal of Health Promotion, vol. 36, no. 2, pp. 367–378, 2022, doi: 10.1177/08901171211052279.
[21] A. Ghahramani, M. D. De Courten, and M. Prokofieva, “The potential of social media in health promotion beyond creating awareness: An integrative review,” BMC Public Health, vol. 22, art. no. 2409, 2022, doi: 10.1186/s12889-022-14885-0.




