Kemampuan berpikir kreatif matematis siswa kelas viii smp pada materi geometri

Nova Nurhanifah

Abstract


The ability to think creatively is a very important ability that everyone has. In everyday life, everyone is always faced with problems that must be solved and require the ability to think creatively to find solutions to the problems at hand. Therefore, the ability to think creatively needs to be formed and developed in school, one of which is through learning mathematics. The ability to think creatively is the ability to find various kinds of new solutions to a mathematical problem in an easy, flexible, and acceptable way. Therefore, this study examines how the mathematical creative thinking ability VIII in one of the Junior High Schools (SMP) in Garut Regency, West Java, Indonesia. The indicators of mathematical creative thinking ability used to display (fluency), flexibility (flexibility), originality (originality), and elaboration (elaboration). This research was conducted on 5 students using a qualitative descriptive method. Data collection techniques in this study is through interview tests. The test used in this study is a mathematical creative thinking ability test in the form of triangle and quadrilateral material test questions that are adjusted to the indicators of mathematical creative thinking ability. While interviews with students as leverage the results of the tests given by researchers. The results showed that the mathematical creative thinking ability in the school was still low.

 

Kemampuan berpikir kreatif merupakan kemampuan yang sangat penting dimiliki setiap orang. Dalam kehidupan sehari-hari setiap orang selalu dihadapkan dengan masalah yang harus dipecahkan dan menuntut kemampuan berpikir kreatif untuk menemukan solusi dari permasalahan yang dihadapi. Maka dari itu kemampuan berpikir kreatif perlu dibentuk dan dikembangkan sejak sekolah, salah satunya melalui pembelajaran matematika. Kemampuan berpikir kreatif matematis adalah kemampuan menemukan berbagai macam solusi yang bersifat baru terhadap suatu masalah matematika secara mudah, fleksibel dan dapat diterima kebenarannya. Oleh karena itu, penelitian ini mengkaji bagaimana kemampuan berpikir kreatif matematis siswa kelas VIII di salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Garut, Jawa Barat, Indonesia. Indikator kemampuan berpikir kreatif matematis yang digunakan yaitu kelancaran (fluency), kelenturan (flexibility), keaslian (originality), dan elaborasi (elaboration). Penelitian ini dilakukan terhadap 5 orang siswa dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu melalui tes wawancara. Tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes kemampuan berpikir kreatif matematik berupa soal tes materi segitiga dan segiempat yang disesuaikan dengan indikator kemampuan berpikir kreatif matematik. Sedangkan wawancara kepada siswa sebagai verifikasi dari hasil pengerjaan tes yang diberikan peneliti. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan berpikir kreatif matematis di sekolah tersebut masih rendah.


Keywords


Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis; Geometri; SMP; Mathematical Creative Thinking Ability; Geometry; Junior High School

Full Text:

PDF

References


Atiyah, A., & Nuraeni, R. (2022). Kemampuan berpikir kreatif matematis dan self-confidence ditinjau dari kemandirian belajar siswa. Jurnal Inovasi Pembelajaran Matematika: PowerMathEdu, 1(1), 103-112.

Awang, H., & Ramli. I. (2008). Creative Thingking Skill Approach Through Problem-Based Learning: Pedagogy and Practice in the Engineering Classroom. International Journal of Social Sciences, 3(1), 18-23.

Dalilan, R., & Sofyan, D. (2022). Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa SMP ditinjau dari Self Confidence. Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika, 2(1), 141-150.

Febrianingsih, F. (2022). Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa dalam Memecahkan Masalah Matematis. Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika, 11(1), 119-130.

Kurniasari, D., & Sritresna, T. (2022). Kesulitan pemecahan masalah matematis siswa berdasarkan self-esteem pada materi statistika. Jurnal Inovasi Pembelajaran Matematika: PowerMathEdu, 1(1), 47-56.

LTSIN. (2004). Learning teaching. Scotland: Learning and Teaching Scotland.

Munandar, U. (2004). Pengembangan Kreativitas Anak Berbakat. Jakarta: Rineka Cipta.

Rahayu, N. S., Liddini, U. H., & Maarif, S. (2022). Berpikir Kreatif Matematis: Sebuah Pemetaan Literatur dengan Analisis Bibliometri Menggunakan Vos Viewer. Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika, 11(2), 179-190.

Sanidah, S., & Sumartini, T. S. (2022). Kesulitan siswa kelas viii dalam menyelesaikan soal cerita spldv dengan menggunakan langkah polya di desa cihikeu. Jurnal Inovasi Pembelajaran Matematika: PowerMathEdu, 1(1), 15-26.

Sari, R. F., & Afriansyah, E. A. (2022). Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis dan Belief Siswa pada Materi Persamaan dan Pertidaksamaan Linear. Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika, 2(2), 275-288.

Siswono, T. (2008). Model Pembelajaran Matematika Berbasis Pengajuan dan Pemecahan Masalah Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif. Surabaya: Unesa University Press.

Soelaiman. (2007). Manajemen Kinerja: Langkah Efektif untuk Membangun, Mengendalikan dan Evaluasi Kerja. Cetakan Kedua, Jakarta: PT. Intermedia Personalia Utama.

Sumarmo, U. (2015). Pengembangan berpikir dan disposisi Matematika dalam Pembelajaran Matematika. Bandung: Jurusan Pendidikan Matematika UPI.

Sumartini, T. S. (2022). Pengaruh Habit of Mind terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis melalui Metode Pembelajaran Improve. Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika, 11(1), 167-178.

Sumirah. (2012). Pembelajaran Matematika dengan Menggunakan Pendekatan Open- Ended untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa SMA. Bandung: UPI.




DOI: https://doi.org/10.31980/powermathedu.v1i2.2228

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Nova Nurhanifah