Pemanfaatan Sosial Media Instagram Sebagai Platform Digital Marketing untuk Pelaku UMKM Bakcang Sawargi di Desa Padamukti, Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut
DOI:
https://doi.org/10.31980/badranaya.v3i2.3393Keywords:
digital marketing, Instagram social media, traditional SMEs, digital transformationAbstract
Abstract
This community service research aimed to implement an Instagram social media strategy for traditional Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) operators, specifically Bakcang Sawargi in Padamukti Village, Pasirwangi District, Garut Regency. The research employed literature review methodology to formulate practical implementation frameworks adapted to local contexts. The implementation encompassed three primary stages: (1) researchers initiated digital identity through official Instagram account creation, (2) trainers conducted marketing narrative development training that leveraged product authenticity and cultural heritage value, and (3) facilitators provided visual content production training through high-quality photography and Reels video techniques. Results demonstrated that digital identity establishment formed a strong foundation for transforming marketing paradigms from traditional to digital approaches. Storytelling training empowered business operators to communicate product value effectively, thereby increasing consumer trust, while high-quality visual content attracted audience attention through appealing digital displays. The implementation framework that researchers developed proved effective in addressing digital gaps and established a replicable model for traditional UMKM in other rural areas.
Keywords: Digital marketing, Instagram social media, traditional MSMEs, digital transformation.
Abstrak
Penelitian pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan strategi pemanfaatan media sosial Instagram sebagai platform digital marketing bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tradisional, khususnya Bakcang Sawargi Pak Boboy di Desa Padamukti, Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut. Penelitian menggunakan metode studi literatur untuk merumuskan kerangka implementasi praktis yang disesuaikan dengan kondisi lokal. Implementasi meliputi tiga tahap utama: (1) inisiasi identitas digital melalui pembuatan akun Instagram resmi, (2) pelatihan pengembangan narasi pemasaran yang memanfaatkan nilai otentisitas dan warisan budaya produk, dan (3) pelatihan produksi konten visual berkualitas tinggi melalui fotografi dan video Reels. Hasil menunjukkan bahwa identitas digital berhasil terbangun sebagai fondasi transformasi paradigma pemasaran dari tradisional menuju digital. Pelatihan storytelling memberdayakan pelaku usaha untuk mengkomunikasikan nilai produk yang meningkatkan kepercayaan konsumen, sedangkan konten visual berkualitas menciptakan etalase digital yang menarik perhatian audiens. Kerangka implementasi yang dikembangkan terbukti efektif mengatasi kesenjangan digital dan dapat direplikasi untuk UMKM tradisional di wilayah perdesaan lainnya.
Kata kunci: Pemasaran digital, media sosial Instagram, UMKM tradisional, transformasi digital.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Badranaya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Hubungi Saya









