Pola Pembinaan Olimpiade Sains Nasional Matematika SMP di Kabupaten Ponorogo

Uki Suhendar, Arta Ekayanti, Senja Putri Merona

Abstract


Abstrak

Masih banyak guru yang kebingungan menentukan pola pembinaan yang harusnya mereka lakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pembinaan Olimpiade Sains Nasional (OSN) Matematika SMP di Kabupaten Ponorogo. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Pemilihan sampel dilakukan dengan purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah lembar wawancara. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Pola pembinaan OSN Matematika SMP di Kabupaten Ponorogo dilakukan dalam tiga pola pembinaan, yakni otoriter, permisif, dan demokratis. Pada pola otoriter, terlihat dari kebijakan sekolah dalam menyusun program pembinaan, proses seleksi, hingga reward yang diberikan ketika lolos seleksi OSN tingkat Kabupaten. Pola permisif terlihat dari kegiatan pembinaan yang memberikan kesempatan bagi siswa secara terbuka untuk menambah kemampuan di luar pembinaan di sekolah. Terakhir adalah pola demokratis, yang terlihat saat sebagian besar proses pembinaan diawali pemberian materi, lalu siswa diberi kesempatan menyelesaikan soal latihan. Selanjutnya dilakukan pembahasan soal yang telah dikerjakan siswa.

 

Abstract

There are still many teachers who are confused about determining the pattern of coaching they should do. This research aims to determine the pattern of fostering the National Mathematical Science Olympiad (OSN) Junior High School in the Ponorogo Regency. This is qualitative descriptive research. The sample selection is done by purposive sampling. The instrument used was an interview sheet. Data analysis was performed descriptively qualitatively. The pattern of fostering the OSN Mathematics Junior High School in the Ponorogo Regency is carried out in three coaching patterns, namely authoritarian, permissive, and democratic. In the authoritarian pattern, it can be seen from the school's policy in developing a coaching program, the selection process, to the rewards given when passing OSN selection at the district level. Permissive patterns can be seen from coaching activities that openly provide opportunities for students to add skills beyond coaching at school. The last is a democratic pattern, which is very visible when most of the coaching process begins with the provision of material, then students are allowed to complete practice questions. Then a discussion on the questions the students have done is only done.


Keywords


Ponorogo Regency; OSN; the Pattern of Fostering; Junior High School; Kabupaten Ponorogo; OSN Matematika; pola pembinaan; SMP

Full Text:

PDF

References


Afriansyah, E. A. (2016). Penggunaan Software ATLAS. ti sebagai Alat Bantu Proses Analisis Data Kualitatif. Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika, 5(2), 53-63.

Arifin, M. (2008). Hubungan Timbal Balik Pendidikan Agama. Jakarta: Bulan Bintang.

Budiono, I., dan Suhendar, U. (2019). Meningkatkan pemahaman konsep matematika siswa melalui pendekatan RME. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan dan Pembelajaran 2019, 488-495.

Departemen Pendidikan Nasional. (2008). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat Bahasa.

Enung, F. (2008). Psikologi Perkembangan: Perkembangan Peserta Didik. Bandung: Pustaka Setia.

Faturohman, I., & Afriansyah, E. A. (2020). Peningkatan Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa melalui Creative Problem Solving. Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika, 9(1), 107-118.

Fauzan, A., & Dzikrullah, A. A. (2018). Optimalisasi kecerdasan siswa dengan intensitas pembinaan olimpiade matematika. AJIE - Asian Journal of Innovation and Entrepreneurship, 3(3), 209-216.

Hamdan. (2014). Pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) teori dan praktik. Banjarmasin: IAIN Antasari Press.

Hartawan, I. G. N. Y., Suryawan, I. P. P., & Gita, I. N. (2017). Peningkatan Kompetensi Guru Dalam Bidang Olimpiade Matematika Tingkat SMP. SENADIMAS 2017, 404-408.

Kurniawati, M. (2014). Kajian Motivasi Belajar Mandiri Siswa Melalui Pembinaan dan Pendampingan Olimpiade Sains Nasional (OSN) Bidang Kimia pada Siswa. Jurnal Inspirasi Pendidikan Universitas Kanjuruhan Malang, 4(1), 446-455.

Kusuma, J. (2010). Pembinaan Olimpiade Matematika. JMSK, 6(2), 86-91.

Mardiyana, Riyadi, Sujatmiko, P., & Aryuna, D. R. (2016). Peningkatan kompetensi guru matematika SMP Kota Surakarta dalam pembinaan olimpiade matematika nasional. Prosiding Seminar Matematika dan Pendidikan Matematika, 848-860.

Munandar, H. (2018). Pola pembinaan keagamaan di SMA plus boarding school Astha Hannas Subang. Jurnal Tarbiyah, 25(1), 20-39.

Siregar, N. (2016). Meninjau Kemampuan Penalaran Matematis Siswa SMP melalui Wawancara Berbasis Tugas Geometri. Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika, 5(2), 128-137.

Yunita. (2014). Pola pembinaan International Junior Science Olympiad (IJSO) IPA di tingkat nasional. Edusains, 6(1), 10-16.




DOI: https://doi.org/10.31980/mosharafa.v9i2.638

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika

Indexed by:

 

Creative Commons License
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. 

 

View My Stats