Systematic Literature Review: Kelelahan Emosional dan Kompetensi Pedagogik Guru di Tengah Perkembangan Artificial Intelligence (AI) di Indonesia

Authors

  • Rizka Khairani Universitas Negeri Padang

DOI:

https://doi.org/10.31980/caxra.v5i2.3441

Abstract

Integrasi kecerdasan buatan (AI) dalam pendidikan telah mengubah praktik mengajar sekaligus menghadirkan sumber stres baru bagi guru. Tinjauan sistematis ini mengkaji keterkaitan antara burnout guru, kompetensi pedagogi digital (Digital Pedagogical Competence/DPC), dan adopsi AI pada pendidikan dasar dan menengah (K–12), dengan fokus pada konteks Indonesia serta perbandingan internasional. Kajian ini menggunakan kerangka Job Demands–Resources (JD–R) dan Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK). Studi yang dianalisis dipublikasikan antara tahun 2019–2025 dan diperoleh melalui Scopus, ERIC, dan Google Scholar, dengan proses seleksi mengikuti PRISMA. Sebanyak 35 studi memenuhi kriteria inklusi dan disintesis secara naratif-tematik. Temuan menunjukkan bahwa kelelahan emosional merupakan bentuk burnout paling dominan akibat peningkatan beban kerja, tuntutan administratif, dan tekanan kebijakan. DPC menjadi sumber daya penting yang mendukung perencanaan, asesmen, dan integrasi teknologi sekaligus mengurangi teknostres. AI berpotensi menurunkan beban kerja, namun efektivitasnya sangat bergantung pada kesiapan kompetensi, dukungan institusional, dan pelatihan berkelanjutan.

Downloads

Published

2025-12-25

How to Cite

Khairani, R. (2025). Systematic Literature Review: Kelelahan Emosional dan Kompetensi Pedagogik Guru di Tengah Perkembangan Artificial Intelligence (AI) di Indonesia. CaXra: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar, 5(2), 974–989. https://doi.org/10.31980/caxra.v5i2.3441