Electronic Module Using Problem-Based Learning for Set Theory: Practicality Assessment and Initial Effects on Mathematics
DOI:
https://doi.org/10.31980/mosharafa.v14i2.3098Keywords:
Modul Elektronik, Kemampuan Representasi Matematis, Praktikalitas, Problem-Based Learning, Electronic Module, Mathematical Representation Abilities, Practicality, Problem Based LearningAbstract
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menelaah kegunaan modul digital pada pokok bahasan himpunan yang dirancang berlandaskan pembelajaran berbasis masalah (PBL) guna menunjang kecakapan representasi matematis para mahasiswa. Penelitian ini tergolong dalam jenis penyelidikan dan pengembangan (Research and Development/R&D) dengan menerapkan pola pengembangan ADDIE yang mencakup lima fase, yakni Analisis, Perancangan, Pengembangan, Penerapan, dan Penilaian. Subjek penelitian ini adalah 30 mahasiswa tingkat satu pada semester ganjil, yang secara langsung berperan sebagai pengguna modul dalam proses pembelajaran. Pengumpulan data mengenai kepraktisan dilakukan dengan menggunakan instrumen berupa angket kepraktisan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa bahan ajar digital yang mengadopsi pendekatan pembelajaran berbasis masalah pada topik himpunan tergolong dalam klasifikasi amat praktis. Hasil N-Gain menunjukkan bahwa kemampuan representasi kelas berada pada kategori sedang. Temuan ini mengindikasikan bahwa modul yang dikembangkan tidak hanya mudah digunakan dan dipahami oleh mahasiswa, tetapi juga mampu mendukung keterlibatan aktif mahasiswa dalam pembelajaran matematika berbasis masalah.
Abstract
This investigation endeavors to scrutinize the functional applicability of an electronically crafted module concerning set theory, meticulously architected upon the tenets of problem-oriented pedagogy (POP), with the principal objective of augmenting learners' proficiency in mathematical articulation. The inquiry is methodologically situated within the paradigm of investigative elaboration (I&E), employing the ADDIE architectural framework encompassing five sequential phases: analytical scrutiny, schematic formulation, constructive assembly, practical deployment, and evaluative assessment. The participants encompassed thirty neophyte scholars during the inaugural academic term, who served as direct beneficiaries of the instructional implementation throughout the pedagogical process. An evaluative questionnaire was deployed. Analytical scrutiny of the accumulated metrics reveals that the problem-oriented electronic module about set theory achieved within the classification of superlative practicality. The normalized gain indices demonstrate that the representational competencies reside within the intermediate stratum. This empirical evidence substantiates that the formulated module is not merely facile in utilization and cognition for scholars but also efficacious in fostering dynamic engagement within problem-centric mathematical tutelage.
References
Alfianika, N. (2016). Buku ajar metode penelitian pengajaran bahasa Indonesia. Deepublish.
Dimyati, & Mudjiono. (2013). Belajar dan Pembelajaran. Rineka Cipta.
Ermawati, Nasution, H. N, & Sopri, A. (2022). Pengembangan E-modul Berbasis Project Based Learning (PjBL) Pada Mata Pelajaran Komputer dan Jaringan Dasar. Jurnal Vinertek, 2(2), 24–29.
Gunawan, G., Nur, W., & Mardianto, M. (2023). Analisis Tingkat Kepraktisan Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Welt Pada Politeknik Negeri Medan. Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam, 12(04). https://doi.org/10.30868/ei.v12i04.5172
Gunawan, M. N., Sukmana, D. A., & Sumartini, T. S. (2024). Pengaruh modul bangun ruang sisi lengkung berbasis discovery learning dan kooperatif pada siswa kelas ix. Jurnal Inovasi Pembelajaran Matematika: PowerMathEdu, 3(3), 313-325. https://doi.org/10.31980/pme.v3i3.2395
Husniah, A., & Azka, R. (2022). Modul matematika dengan model pembelajaran problem based learning untuk memfasilitasi kemampuan penalaran matematis siswa. Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika, 11(2), 327-338. https://doi.org/10.31980/mosharafa.v11i2.724
Imaningtyas, C. D., Karyanto, P., Nurmiyati, N., & Asriani, L. (2016). Penerapan E-Module Berbasis Problem-Based Learning Untuk Meningkatkan Literasi Sains Dan Mengurangi Miskonsepsi Pada Materi Ekologi Siswa Kelas X Mia 6 SMAN 1 Karanganom Tahun Pelajaran 2014/2015. Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi, 9(1), 4–10. https://doi.org/10.20961/bioedukasi-uns.v9i1.2004
Manihuruk, D. M., & Sutabri, T. (2024). Perancangan Bahan Ajar Berbasis Multimedia Untuk Membangun Pengalaman Belajar Yang Menarik dan Interaktif. Journal of Creative Student Research, 2(6), 48–52. https://doi.org/10.55606/jcsr-politama.v2i6.4553
Muhsinin, U., & Fatmawati, K. (2020). Validitas dan Praktikalitas Rencana Pembelajaran Semester (RPS) Terintegrasi Research Based Learning. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 20(1), 201–206. http://dx.doi.org/10.33087/jiubj.v20i1.791
Munir, M. (2012). Multimedia Konsep & Aplikasi Dalam Pendidikan. Bandung: Alfabeta, 1–432.
Novalia, H., & Noer, S. H. (2019). Pengembangan Modul Pembelajaran Matematika Dengan Strategi PQ4R Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif dan Kemandirian Belajar Siswa SMA. Jurnal Penelitian Dan Pembelajaran Matematika, 12(1), 51–65. https://dx.doi.org/10.30870/jppm.v12i1.4854
Nuryadi, N. (2019). Pengembangan Media Matematika Mobile Learning Berbasis Android Ditinjau Dari Kemampuan Pemecahan Masalah. Jurnal Pendidikan Surya Edukasi, 5(1), 1–13. https://doi.org/10.37729/jpse.v5i1.5662
Rahayu, M., Aima, Z., & Juwita, R. (2023). Validitas E-Modul Berbasis Android Menggunakan Sigil Software pada Materi Peluang. Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika, 3(2), 265-276. https://doi.org/10.31980/plusminus.v3i2.1342
Ramayanthi, L. A., Sugihartini, N., Sunarya, I. M. G., & Darmawiguna, I. G. M. (2015). Pengembangan E-Modul Berbasis Scientific Pada Mata Pelajaran Pengolahan Citra Digital Kelas XI Multimedia Di SMK Negeri 3 Singaraja. KARMAPATI (Kumpulan Artikel Mahasiswa Pendidikan Teknik Informatika), 4(5), 404–413. https://doi.org/10.23887/karmapati.v4i5.6586
Rinaldi, E., & Afriansyah, E. A. (2019). Perbandingan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa antara problem centered learning dan problem based learning. NUMERICAL: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, 9-18.
Susilawati, W. (2013). Meningkatkan Kemampuan Representasi Multipel Matematika Serta Kepercayaan Diri Mahasiswa Melalui Pembelajaran Kontekstual. https://digilib.uinsgd.ac.id/45415/
Widodo, S., & Kartikasari, K. (2017). Pembelajaran Pemecahan Masalah Matematis Siswa Sekolah Dasar Dengan Model Creative Problem Solving (CPS). Prisma, 6(1), 57–65. https://doi.org/10.35194/jp.v6i1.28
Yuniastuti, M., & Khoiron, M. (2021). Media Pembelajaran Untuk Generasi Milenial. Surabaya: Scorpindo Media Pustaka.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.