Development of Neuroscience-Based E-module to Improve Mathematical Creative Thinking Skills
DOI:
https://doi.org/10.31980/mosharafa.v14i3.2274Keywords:
E-Modul, Kemampuan Berpikir Kreatif, Model Plomp, Neurosains, E-Module, Creative Thinking Skills, Plomp Model, NeuroscienceAbstract
Penelitian ini menangani gap dalam pendidikan matematika yaitu keterbatasan kapasitas siswa dalam pemecahan masalah kreatif. Tujuan kami adalah merancang dan memvalidasi modul pembelajaran digital yang didasarkan pada prinsip-prinsip neurosains, secara khusus menargetkan peningkatan penalaran matematis kreatif di kalangan peserta didik sekolah menengah atas. Kami menggunakan kerangka penelitian pengembangan mengikuti metodologi Plomp, yang mencakup analisis kebutuhan awal, tahap desain berulang, dan prosedur evaluasi produk yang komprehensif. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI MIPA 1 di SMA Negeri 3 Kuningan, dengan lima validator ahli yang menilai e-modul tersebut. Penilaian ahli menghasilkan rata-rata penilaian 3,88 untuk kualitas konten dan 3,85 untuk desain multimedia, menunjukkan kesesuaian yang kuat dengan standar pedagogis yang telah ditetapkan. Kepraktisan modul dinilai sangat baik dengan tingkat respon siswa mencapai 90,1%. Peningkatan keterampilan berpikir kreatif diukur melalui pretest-posttest dengan nilai N-Gain sebesar 0,7 (kategori tinggi). Penelitian ini menunjukkan bahwa e-modul yang dikembangkan adalah valid, praktis, dan efektif sebagai solusi pembelajaran kreatif.
The study addresses a critical gap in mathematics education: students' limited capacity for creative problem-solving. Our objective was to design and validate a digital learning module grounded in neuroscience principles, specifically targeting the enhancement of creative mathematical reasoning among high school learners. We employed a developmental research framework following Plomp's methodology, encompassing initial needs analysis, iterative design phases, and comprehensive product evaluation procedures. The research subjects were students of class XI MIPA 1 at SMA Negeri 3 Kuningan, with the five expert validators who assessed the e-modul. Expert appraisal yielded mean ratings of 3.88 for content quality and 3.85 for multimedia design, indicating strong alignment with established pedagogical standards. The practicality of the module was rated very good with the student response rate reaching 90,1%. The improvement of creative thinking skilss was measured through pretest-postest with an N-Gain value of 0,7 (high category). This research shows that the developed e-module is valid, practical, and effective as a creative learning solution.
References
Adiastuty, N., Sumarni, Riyadi, M., Nisa, A., & Waluya. (2020). Neuroscience Study: Analysis of Mathematical Creative Thinking Ability Levels in Terms of Gender Differences in Vocational High School Students. Journal of Physics: Conference Series, 1933(1), 1–7. https://doi.org/10.1088/1742-6596/1933/1/012072
Ahmad, D. N. (2019). Pembelajaran dengan Pendekatan Neurosains dalam Perkembangan Teknologi 4.0. Diskusi Panel Nasional Pendidikan Matematika, 1(1), 497–502.
Alpiani, N., Pamungkas, A. S., & Jaenudin, J. (2022). Pengembangan E-modul Matematika pada Materi Barisan dan Deret Berbantuan Smart App Creator untuk Siswa SMA/SMK. Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika, 6(2), 2110–2121.
https://doi.org/10.31004/cendekia.v6i2.1452
Ambita, V., Zawawi, I., & Suryanti, S. (2021). Pengembangan Bahan Ajar E-Modul dengan Menggunakan Aplikasi Kvisoft Flipbook Maker Materi Bangun Ruang. Didaktika: Jurnal Kependidikan, 28(1), 88–102.
Andiyana, M. A., Maya, R., & Hidayat, W. (2018). Analisis Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa SMP pada Materi Bangun Ruang. JPMI: Jurnal Pembelajaran Matematika Inovatif, 1(3), 239–248.
https://doi.org/10.25134/jes-mat.v8i2.5609
Aripin, U., & Purwasih, R. (2017). Penerapan Pembelajaran Berbasis Alternative Solutions Worksheet untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Matematik. AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika, 6(2), 225–233.
https://doi.org/10.24127/ajpm.v6i2.989
Depdiknas. (2008). Panduan Pengembangan Bahan Ajar. Departemen Pendidikan Nasional, Direktorat Pendidikan Managemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas.
Efwan, N. S., Afriansyah, E. A., Luritawaty, I. P., Arwadi, F., & Yadav, D. K. (2024). The Level of students' mathematical creative thinking skills as measured by their self-confidence. International Journal of Didactic Mathematics in Distance Education, 1(2), 125-136.
Faturohman, I., & Afriansyah, E. A. (2020). Peningkatan Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa melalui Creative Problem Solving. Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika, 9(1), 107–118. https://doi.org/10.31980/mosharafa.v9i1.596
Gunawan, G., Kartono, K., Wardono, W., & Kharisudin, I. (2022). Analysis of Mathematical Creative Thinking Skill: In Terms of Self Confidence. International Journal of Instruction, 15(4), 1011–1034.
https://doi.org/10.29333/iji.2022.15454a
Halini, R, Z., Pasaribu, R. L., Mirza, A., & Afriansyah, E. A. (2023). Students’ Scientific Attitudes and Creative Thinking Skills. Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika, 12(2), 315–326. https://doi.org/10.31980/mosharafa.v12i2.786
Hasanah, M., Supeno, S., & Wahyuni, D. (2023). Pengembangan E-Modul Berbasis Flip PDF Professional untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kreatif Siswa pada Pembelajaran IPA. Tarbiyah Wa Ta’lim: Jurnal Penelitian Pendidikan Dan Pembelajaran, 10(1), 44–58. https://doi.org/https://doi.org/10.21093/twt.v10i1.5424
Irsalina, A., & Dwiningsih, K. (2018). Analisis Kepraktisan Pengembangan Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD) Berorientasi Blended Learning pada Materi Asam Basa. JKPK: Jurnal Kimia Dan Pendidikan Kimia, 3(3), 171–182. https://doi.org/10.20961/jkpk.v3i3.25648
Istikomah, E., & Herlina, S. (2020). ICT-Based Mathematics Learning Module: Students’ Responses in Learning Process. Jurnal PAJAR: Pendidikan dan Pengajaran, 4(3), 569–578.
Jagom, Y. O., Uskono, I. V., & Leton, S. I. (2020). Students’ Creative Thinking in Solving Geometry Problems. Journal of Physics: Conference Series, 1657(1). https://doi.org/10.1088/1742-6596/1657/1/012076
Jensen, E. (2008). Brain-Based Learning: Pembelajaran Berbasis Kemampuan Otak Cara Baru dalam Pengajaran dan Pelatihan (Cet.Ke-1). Pustaka Belajar.
Laela, I. (2017). Tingkat Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa dalam Menyelesaikan Soal Barisan dan Deret Kelas XI APK 3 SMK PGRI 1 Tulungagung Tahun Ajaran 2016/2017. Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung.
Laili, I., Ganefri, & Usmeldi. (2019). Efektivitas Pengembangan E-Modul Project Based Learning Pada Mata Pelajaran Instalasi Motor Listrik. Jurnal Imiah Pendidikan Dan Pembelajaran, 3(3), 306–315.
Lestari, K. E., & Yudhanegara, M. R. (2017). Penelitian Pendidikan Matematika. PT Refika Aditama.
Maulana, M. A. (2017). Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Leaflet pada Materi Sistem Sirkulasi Kelas XI MAN 1 Makassar. UIN Alauddin Makassar.
Muhtadi, A. (2019). Modul 3: Pembelajaran Inovatif. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
OECD. (2018). PISA 2018 Results.
Oktaviana, D., & Prihatin, I. (2019). Pengembangan Bahan Ajar Matematika Berbasis Buku Fabel Berkarakter untuk Siswa SMP. Jurnal SAP, 3(3), 182–189.
https://doi.org/10.30998/sap.v3i3.3588
Prayogi, J., Nurhamidah, & Rohiat, S. (2022). Pengembangan E-Modul Berbasis Kemampuan Berpikir Kreatif menggunakan Flip PDF Professional pada Materi Koloid di SMAN 4 Kota Bengkulu. ALOTROP: Jurnal Pendidikan Dan Ilmu Kimia, 6(2), 142–150. https://doi.org/10.33369/alo.v6i2.25224
Putri, A. L., & Ribawati, E. (2022). Penerapan Metode Neurosains dalam Pembelajaran Sejarah. Jurnal Pendidikan Sejarah & Sejarah FKIP Universitas Jambi, 2(1), 1–10.
https://doi.org/10.22347/jejak.v2i1.18248
Rulyansah, A., Hasanah, U., & Wardana, L. A. (2017). Model Brain Based Learning (BBL) bermuatan Multiple Intelligences (MI). LPPM Institut Agama Islam Ibrahimy Genteng Banyuwangi.
Sani, R. A. (2019). Pembelajaran Berbasis HOTS. Tsmart Printing.
Santi, I., Maimunah, M., & Roza, Y. (2019). Analisis Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa SMK Pada Materi Barisan Dan Deret di Kota Pekanbaru. Jurnal Derivat, 6(2), 95–106. https://doi.org/10.31316/j.derivat.v6i2.500
Silver, E. A. (1997). Fostering Creativity through Instruction Rich in Mathematical Problem Solving and Problem Posing. ZDM-The International Journal on Mathematics Education, 29(3), 75–80. https://doi.org/10.1007/s11858-997-0003-x
Sirwanti. (2018). Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika Menggunakan Pendekatan Neuroscience pada Siswa Kelas V Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan MIPA, 8(1), 1–9.
https://doi.org/10.37630/jpm.v8i1.40
Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Sumiati, T., & Gumiandari, S. (2022). Pendekatan Neurosains dalam Strategi Pembelajaran untuk Siswa Slow Learner. Risâlah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam, 8(3), 1050–1069. https://doi.org/10.31943/jurnalrisalah.v8i3.326
Suripah, S., & Retnawati, H. (2019). Investigating Students’ Mathematical Creative Thinking Skill Based on Academic Level and Gender. International Journal of Scientific and Technology Research, 8(8), 227–231.
Syahroni, S., Elindra, R., & Ardiana, N. (2021). Analisis Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa dalam Menyelesaikan Soal Matematika Kelas X TKJ SMK Swasta Harapan. Jurnal MathEdu: Mathematic Education Journal, 4(3), 348–355. https://doi.org/10.37081/mathedu.v4i3.2552
Wahid, L. A. (2022). Pengembangan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Pengembangan Potensi Otak menggunakan Teori Neurosciences. Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam, 15(1), 54–70.
Yusmaliana, D., & Suyadi, S. (2019). Pengembangan Imajinasi Kreatif Berbasis Neurosains dalam Pembelajaran Keagamaan Islam. Edukasia: Jurnal Penelitian Pendidikan Islam, 14(2), 267–296.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.